Pengertian Komputasi Dan Inersia
1. Komputasi
Komputasi adalah sebuah istilah umum untuk segala
jenis pemrosesan informasi untuk menemukan pemecahan masalah dari data
input dengan menggunakan suatu algoritma. Komputasi merupakan sebuah subjek
dari Komputer Sains, yang menganalisa apa yang bisa maupun tidak bisa dilakukan
secara komputasi. Hal ini ialah apa yang disebut dengan teori komputasi,
suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika.
Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang
mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian
numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan
masalah-masalah ilmu (sains). Pembelajaran dari teori komputasi terfokus untuk
menjawab pertanyaan pokok tentang hal apa saja yang bisa dilakukan komputasi
terhadapnya dan ketersediaan resource (sumber daya) yang dibutuhkan
untuk melakukan komputasi tersebut. Untuk menjawab pertanyaan pertama,
computability theory (teori komputabilitas) menguji masalah-masalah komputasi
mana yang dapat dipecahkan oleh berbagai model komputasi. Pertanyaan kedua
dialamatkan untuk teori kompleksitas komputasi, yang mempelajari waktu dan
biaya yang berhubungan dengan pemecahan masalah komputasi. Dalam penggunaan
praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk
komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang
keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan
prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.
Komputasi juga sering diartikan sebagai sebuah
komputer secara fisik. Sebagai contoh dari sistem fisik yaitu komputer digital,
komputer quantum, komputer penganalisa DNA, dan komputer molekular.
Sudut pandang ini dipelajari di cabang ilmu teori fisik yang disebut Physic
of Computation. Bahkan ada sudut pandang yang lebih radikal berbasis dalil Digital
Physic yang menyatakan bahwa evolusi alam semesta itu sendiri adalah sebuah
proses komputasi – disebut Pancomputationalism.
2. Inersia
Inersia adalah sifat suatu benda untuk
mempertahankan keadaannya. Jika benda diam, cenderung aka tetap diam, tetapi
jika benda sedang bergerak cenderung untuk tetap bergerak. Sifat inert (lembam)
suatu benda merupakan pernyataan hukum l newton. Oleh karenanya, hukum l newton
juga disebut hukum inertia atau hukum kelembaman.
Contoh adanya sifat inersia suatu benda sebagai berikut : penumpang yang duduk dalam bus berhenti akan cenderung diam. Namun, jika bus tiba-tiba digerakkan, penumpang akan terdorong ke belakang (tertekan pada tempat duduknya). Sebaliknya, jika bus yang sedang bergerak tiba-tiba direm, penumpang akan terdorong ke depan.
Benda berbentuk silinder diletakkan di atas kertas. Jika kertas ditarik atau disentakkan mendadak, maka silinder tersebut tetap di tempat. Namun, jika kertas ditarik dengan gerakan yang cukup (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat), maka silinder akan bergerak melawan arah gerak penyebabnya.
Contoh adanya sifat inersia suatu benda sebagai berikut : penumpang yang duduk dalam bus berhenti akan cenderung diam. Namun, jika bus tiba-tiba digerakkan, penumpang akan terdorong ke belakang (tertekan pada tempat duduknya). Sebaliknya, jika bus yang sedang bergerak tiba-tiba direm, penumpang akan terdorong ke depan.
Benda berbentuk silinder diletakkan di atas kertas. Jika kertas ditarik atau disentakkan mendadak, maka silinder tersebut tetap di tempat. Namun, jika kertas ditarik dengan gerakan yang cukup (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat), maka silinder akan bergerak melawan arah gerak penyebabnya.
Dalam
pemakaian umum orang juga dapat menggunakan istilah "inersia" untuk
mengacu kepada "jumlah tahanan terhadap perubahan kecepatan" (yang
dikuantifikasi sebagai massa), atau kadang-kadang juga terhadap
momentumnya, tergantung terhadap konteks. Istilah "inersia" lebih
baik dipahami sebagai istilah yang lebih pendek untuk "prinsip
inersia" seperti yang dideskripsikan oleh Newton dalam hukum I
Newton. Hukum ini, dinyatakan dengan singkat, mengatakan bahwa
sebuah benda yang tidak dikenakan oleh gaya luar (gaya netto sama dengan nol)
bergerak dengan kecepatan tetap. Dalam kata-kata yang lebih sederhana, suatu
benda akan terus bergerak pada kecepatannya saat ini tanpa berubah arah, hingga
ada gaya yang menyebabkannya mengubah kecepatan atau arahnya. Ini juga termasuk
benda yang tidak bergerak (kecepatan = nol), yang akan tetap dalam keadaan diam
sampai ada gaya yang menyebabkannya bergerak.